Yayasan Makassar Biennale Rilis Buku Catatan Makassar Biennale 2025 Rilis

Yayasan Makassar Biennale Rilis Buku Catatan Makassar Biennale 2025

04 Agu 2026

Makassar – Yayasan Makassar Biennale secara resmi merilis buku Catatan Makassar Biennale 2025, sebuah publikasi yang mendokumentasikan perjalanan, gagasan, dan dinamika penyelenggaraan Makassar Biennale 2025 yang mengusung tema "ReVIval! – Awakening Art as Disensus". Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Subaltern sebagai bagian dari upaya menghadirkan arsip intelektual yang dapat menjadi rujukan bagi masyarakat, akademisi, peneliti, dan pegiat seni.

Peluncuran buku tersebut menjadi penanda bahwa Makassar Biennale tidak hanya berhenti sebagai sebuah peristiwa seni, tetapi juga meninggalkan jejak pengetahuan yang dapat terus dipelajari. Melalui buku ini, berbagai catatan mengenai proses kuratorial, praktik artistik, diskusi publik, hingga refleksi para seniman dan penyelenggara dihimpun dalam satu karya yang merekam semangat kebangkitan seni kontemporer di Makassar.

Direktur Makassar Biennale, Irfan Palippui, sebelumnya menjelaskan bahwa tema "Revival" merupakan ikhtiar untuk membangkitkan kembali integritas artistik dan etika penyelenggaraan, sekaligus menjadikan seni sebagai ruang yang menghadirkan pengalaman, pengetahuan, dan suara bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Gagasan tersebut menjadi benang merah yang juga tercermin dalam isi buku Catatan Makassar Biennale 2025.

Sebagai penerbit, Penerbit Subaltern menghadirkan buku ini sebagai bentuk komitmen dalam mendokumentasikan praktik seni, kebudayaan, dan pengetahuan kritis di Indonesia. Kehadiran buku tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan gagasan Makassar Biennale, sehingga diskusi yang lahir dari ruang pamer dan ruang publik dapat terus berlanjut melalui tradisi membaca, menulis, dan penelitian.

Catatan Makassar Biennale 2025 diharapkan menjadi arsip penting dalam perjalanan Makassar Biennale sekaligus memperkuat tradisi dokumentasi seni rupa kontemporer di Indonesia. Dengan demikian, gagasan yang lahir dari penyelenggaraan biennale tidak hanya dikenang sebagai sebuah peristiwa, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Related Posts

Belum ada related posts.